Oleh IDHO MAI SAPUTRA | KALIANDA
BAU MENYENGAT itu datang lebih dulu, menembus udara pagi di sudut-sudut Kota Kalianda.
Di antara tumpukan plastik, sisa makanan, dan limbah rumah tangga yang menggunung, seorang pria berdiri tanpa ragu.
Tangannya sigap, kakinya mantap, seolah tempat itu bukan sesuatu yang harus dihindari, melainkan medan tugas yang harus ditaklukkan. Namanya Muherwan Murod.
Baca Juga: Ketika Amanah Datang dari Udara Sejuk Way Belerang dan Pesan yang Menggantung di Pohon Harapan
Di saat banyak orang menutup hidung dan memilih menjauh, ia justru mendekat. Turun langsung, memungut, mengangkut, bahkan mengemudikan dump truck.
Baginya, sampah bukan sekadar kotoran. Tapi sebuah tanggung jawab. Namun di balik kerja keras itu, label “tak becus” sempat disematkan kepadanya.
Alih-alih membalas, Muherwan memilih diam. Bukan karena tak mampu menjawab, melainkan karena baginya, kerja adalah jawaban paling nyata.
Baca Juga: 346 WNA Dimankan Dalam Operasi Wirawaspada Keimigrasian RI
Tidak banyak pejabat yang mau benar-benar “kotor”. Jabatan kerap identik dengan meja, ruangan berpendingin, dan instruksi dari balik layar. Tapi Muherwan mematahkan itu.
Sebagai Plt Kepala Bidang Persampahan dan LB3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lampung Selatan, ia justru menjadikan lapangan sebagai ruang kerjanya yang utama.
Ia bukan sekadar memberi perintah, tapi juga hadir.
Di Kecamatan Sidomulyo, misalnya, ia terlihat langsung mengangkut sampah bersama timnya. Keringat bercampur debu, bau menyatu dengan udara yang dihirupnya. Tidak ada jarak antara pejabat dan petugas. Semua bekerja dalam ritme yang sama.
Baca Juga: Menhaj Pastikan Kesiapan Fasiltas dan Konsumsi di Arab Saudi
Artikel Terkait
Viral! Dua Pria Duel Sajam di Depan RSUD Bung Karno Solo: Lansia Terduduk Lemas
Remaja di Kepulauan Riau Disetubuhi Ayah Kandung, Polisi Cepat Amankan Pelaku
Ratusan Tambang Belum Punya IUP, Prabowo Perintah Bahlil Melakukan Evaluasi
Indonesia Resmikan Pabrik Kendaraan Berbasis Listrik di Tengah Krisis BBM, Presiden; Pucuk Dicinta Ulam Pun Tiba
Puisi di Balik Kekuasaan: Cara Wabup M. Syaiful Anwar Merayakan Cinta untuk Isterinya
Mensos Pebaruai DTSEN, 11 Ribu KPM Bansos Dicabut
Dari Laut yang Menjebak ke Asa yang Menyala: Saat Bella Jayanti Peluk Korban Calo Kerja Menata Masa Depan
Menhaj Pastikan Kesiapan Fasiltas dan Konsumsi di Arab Saudi
346 WNA Dimankan Dalam Operasi Wirawaspada Keimigrasian RI
Ketika Amanah Datang dari Udara Sejuk Way Belerang dan Pesan yang Menggantung di Pohon Harapan